rss


About Me

Foto saya
"Dan alangkah indah kehidupan tanpa merangkak-rangkak di hadapan orang lain" By : Pramoedya Ananta Toer
Sebagai Renungan Kita Bersama : 1. Yang Paling Dekat dengan dengan diri kita adalah KEMATIAN 2. Yang Paling Jauh dari kita didunia adalah MASA LALU 3. Yang Paling Besar didunia adalah NAFSU 4. Yang Paling Berat didunia adalah MEMEGANG AMANAH 5. Yang Paling Ringan didunia adalah MENINGGALKAN SHOLAT 6. Yang Paling Tajam didunia adalah LIDAH MANUSIA

Kamis, 27 Oktober 2011

PRUearly stage crisis cover


Menyediakan dukungan finansial sejak tahap awal penyakit kritis

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) Pada tanggl 25 Juli 2011 mengumumkan peluncuran produk asuransi tambahan (rider) yang dinamakan PRUearly stage crisis cover yang bertujuan untuk menyediakan dukungan finansial kepada seluruh individu Indonesia beserta keluarganya sejak saat mereka didiagnosa menderita penyakit kritis tahap awal. Hal ini membuktikan komitmen Prudential Indonesia yang terus berupaya mendengarkan dan memahami kebutuhan nasabahnya dengan terus menyediakan perlindungan menyeluruh melalui berbagai pilihan jalur distribusi.

“Prudential Indonesia terus berfokus memberikan manfaat dari serangkaian produk dan layanan terbaik di kelasnya untuk dapat memenuhi kebutuhan para nasabah dalam tiap tahapan hidupnya dan membantu mereka untuk mencapai keamanan finansial seumur hidup,” kata William Kuan, President Director Prudential Indonesia. “Setelah mendengar kemudian memahami kebutuhan nasabah kami, Prudential Indonesia dengan senang hati menghadirkan produk ini, yang menyediakan perlindungan terhadap penyakit kritis tahap awal kepada masyarakat”.

Terkena penyakit kritis sangat berdampak serius pada kestabilan kondisi finansial individu. PRUearly stage crisis cover adalah sebuah bentuk perlindungan yang menawarkan sejumlah manfaat finansial secepatnya setelah nasabah diagnosa atas 79 kondisi medis yang termasuk dalam kategori tahap awal dari berbagai penyakit kritis.

Secara medis, semakin cepat penderita mengetahui dan mencari perawatan, semakin besar kemungkinan untuk dapat sembuh secara total. Namun demikian, biaya perawatan untuk penyakit kritis juga semakin meningkat. “Kita semua tahu bahwa penderita penyakit kritis mendapatkan tekanan fisik dan emosional yang hebat, dan ditambah dengan beban finansial yang timbul, dampaknya sangat serius, baik pada penderita maupun keluarganya. Dengan PRUearly stage crisis cover, nasabah kami akan mendapatkan dukungan dan manfaat finansial tepat pada saat paling dibutuhkan – sejak mereka diagnosa penyakit kritis. Dengan dukungan finansial ini, mereka dapat memfokuskan energi mereka sepenuhnya pada proses pemulihan,” kata William.

Produk unit link mengutamakan perlindungan

PRUearly stage crisis cover dapat dimiliki sebagai asuransi tambahan yang melekat pada produk asuransi dasar unit link berpremi reguler yaitu PRUlink assurance account dan PRUlink syariah assurance account, serta produk non-unit link PRUuniversal life.

“Kami percaya adanya asuransi tambahan PRUearly stage crisis cover ini semakin menguatkan posisi unit link sebagai produk asuransi jiwa yang mengutamakan unsur proteksi, di mana manfaat utamanya dilengkapi dengan ragam pilihan manfaat tambahan yang memenuhi kebutuhan perlindungan terhadap beragam risiko. Dengan kombinasi potensi hasil investasi yang menarik serta sifatnya yang fleksibel dan transparan, membuat produk unit link diminati masyarakat dan menjadi pendorong pertumbuhan industri,” demikian William Kuan.

Prudential saat ini merupakan asuransi jiwa terdepan di Indonesia yang memiliki komposisi produk unit link sebesar lebih dari 90% dari total penjualan Perusahaan, di mana lebih dari 90% portofolio unit link tersebut adalah produk dengan premi reguler. Ini menunjukkan kualitas dari bisnis Prudential Indonesia, karena produk unit link dengan premi reguler mengutamakan kedua sisi perlindungan dan tabungan jangka panjang, dengan komposisi perbandingan 70% untuk proteksi dan 30% untuk investasi.

“Sebagai penyedia asuransi terbesar di Indonesia, adalah tanggung jawab kami untuk mensosialisasikan manfaat yang memiliki asuransi jiwa terutama dengan pembayaran premi reguler. Dengan membayar premi secara berkala dalam jangka panjang, masyarakat akan semakin merasakan manfaat produk unit link dalam memberikan perlindungan seumur hidup, serta menikmati sisi investasinya yang berpotensi memberikan hasil semakin baik. Dengan terus mendengarkan dan memahami kebutuhan akan solusi finansial masyarakat Indonesia, Prudential Indonesia berharap dapat terus memberikan solusi jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan akan keamanan finansial untuk nasabah baru kami maupun nasabah yang sudah ada, sehingga mereka tetap berada di jalur yang mereka rencanakan dalam meraih tujuan masa depan mereka,” tutup William.
Selengkapnya.....

Jumat, 24 Juni 2011

Prinsip – Prinsip Dasar Asuransi Syariah

Haramnya praktik asuransi dalam Islam sudah banyak digaungkan oleh para ulama-ulama di Indonesia maupun mancanegara. Hal ini dikarenakan adanya :

1. Gharar : terlihat dari unsur ketidakpastian tentang sumber dana yang digunakan untuk menutupi klaim dan hak pemegang polis
2. Maysir yaitu unsur judi yang digambarkan dengan kemungkinan adanya pihak yang dirugikan di atas keuntungan pihak lain
3. Riba karena menggunakan sistem bunga.

Asuransi Syariah memiliki prinsip yang berbeda dengan lembaga konvensional. Prinsip prinsip tersebut antara lain :

1. Saling Membantu dan Bekerjasama

“….Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…” (QS.Al Maidah:2)

“Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama ia menolong sesamanya” (HR.Abu Daud)

“Barang siapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, Allah akan memenuhi kebutuhannya.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Daud)

2. Saling melindungi dari berbagai macam kesusahan seperti membiarkan uang mengganggur dan tidak berputar dalam transaksi yang bermanfaat bagi masyarakat umum.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu….”(QS.4:29)

3. Saling bertanggung jawab

4. Menghindari unsur gharar, maysir dan riba

Islam menekankan aspek keadilan, suka sama suka dan kebersamaan menghadapi menghadapi resiko dalam setiap usaha dan investasi yang dirintis. Aspek inilah yang menjadi tawaran konsepuntuk menggantikan gharar, maysir dan riba yang selama ini terjadi di lembaga konvensional.

Sumber: Buku saku Lembaga Bisnis Syariah; Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES)

Tambahan:

Prinsip asuransi yang ada hanya pertukaran pembayaran premi dengan uang pertanggungan. Jika sebagai akad pertukaran maka harus jelas berapa jumlah yang dibayar dan berapa yang diterima. Sedangkan dalam praktiknya, kita tahu jumlah yang akan diterima (uang pertanggungan), tetapi tidak tahu berapa jumlah yang akan disetor atau dibayarkan, sebab tidak seorangpun tahu kapan dia meninggal dunia. Inilah yang disebut dengan gharar (adanya ketidakpastian). Dalam konsep syariah yang dipakai adalah aqad takafuli yakni semua peserta asuransi menjadi penolong dan penjamin satu sama lain. Misal, jika si A meninggal dunia, peserta lain harus membantu dan demikian juga sebaliknya. Sebab dalam asuransi syariah setiap pembayaran premi dana yang disetor telah dibagi dua jenis yakni dana untuk pemegang polis dan kedua masuk ke rekening khusus peserta sebagai tabarru’ yang digunakan untuk membantu orang lain.

Prudential senantiasa menjaga amanah dan sesuai dengan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Tentang Pedoman Umum Asuransi Syari’ah.

Kita bisa memiliki proteksi dengan cara yang syar’i. Menabung untuk persiapan kebutuhan di masa mendatang.

Selengkapnya.....

Rabu, 25 Mei 2011

PERTUMBUHAN PREMI BISNIS BARU PRUDENTIAL NAIK 66% DI KUARTAL PERTAMA 2011

Kinerja bisnis Kuartal I 2011:

• Total pendapatan premi naik menjadi 42,6 persen sebesar Rp3,1 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya
• Pendapatan premi baru naik 66 persen sebesar Rp 1,7 triliun dibandingkan kuartal pertama tahun 2010
• Pendapatan premi bisnis baru syariah naik 76,2 persen sebesar Rp 142 milyar dari periode yang sama di tahun 2010
• Total dana kelolaan naik sebesar 44 persen sebesar Rp 24,8 triliun dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
• Total aset naik 40,5 persen sebesar Rp 26,7 triliun dibandingkan dari periode yang sama di tahun 2010
• Total Klaim 1yang dibayarkan naik sebesar 22,4 persen menjadi Rp 152 miliar dibandingkan dari periode yang sama tahun sebelumnya.
• Risk Based Capital (RBC) yang kuat mencapai 958 persen, jauh melebihi ketentuan yang ditetapkan pemerintah RI sebesar 120 persen
• Total nasabah naik 23,1 persen mencapai sekitar 1,2 juta pemegang polis dengan tenaga pemasaran berlisensi naik 34.9 persen mencapai lebih dari 96.000 tenaga pemasaran dari kuartal pertama tahun 2010

Jakarta, 20 Mei 2011 – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) berhasil mempertahankan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan dengan membukukan hasil bisnis yang sangat kuat. Total pendapatan premi sebesar Rp3,1 triliun pada kuartal pertama 2011, jumlah itu naik 42,6 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat sebesar Rp 2,2 triliun.

Peningkatan yang sangat signifikan dialami oleh pendapatan premi bisnis baru syariah yang mencapai Rp141,9milliar atau 76,2 persen lebih tinggi, jika dibandingkan dengan pencapaian pada tahun lalu yang tercatat sebesar Rp80,6 milliar.

“Pencapaian yang dialami oleh bisnis asuransi syariah di kuartal pertama tahun 2011 ini memberikan gambaran yang optimis akan pertumbuhan Prudential kedepannya. Apalagi penguatan pertumbuhan asuransi syariah di Indonesia merupakan salah satu yang paling pesat di Asia Tenggara2,” kata William Kuan, Presiden Direktur Prudential Indonesia

Sementara bancassurance tercatat tumbuh mencapai Rp252,7 milliar atau naik 209,4 persen jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2010.

Prudential Indonesia akan terus berkomitmen penuh untuk menjadikan jalur keagenan sebagai jalur distribusi utama, serta memperluas peluang bisnis lebih jauh bersama mitra perbankan perusahaan saat ini dan jaringan kemitraan lainnya. Prudential Indonesia juga berkomitmen untuk terus meningkatkan standar layanan beragam titik singgung dengan nasabah dan juga tenaga pemasaran, dalam rangka menyediakan produk dan layanan terbaik di kelasnya.

Prudential Indonesia juga akan terus memperkuat kemitraan strategis yang ada dengan institusi perbankan terkemuka, yaitu dengan PermataBank, UOB, BII, Standard Chartered Bank, Citibank, dan Bank Rakyat Indonesia, untuk pemasaran produk bancassurance.

Seiring dengan komitmennya untuk memberikan layanan terbaik di kelasnya bagi para nasabah, pada bulan April 2011, Prudential mengumumkan peluncuran layanan aplikasi digital mobile yang disebut PRUAccess mobile dan sarana penghitung dana pensiun “What’s Your Number?”. Melalui ragam inisiatif ini, Prudential Indonesia memberikan satu tolok ukur signifikan di industri asuransi jiwa Indonesia dalam memberikan manfaat lebih bagi para nasabah serta masyarakat pada umumnya melalui inovasi digital terdepan dari perusahaan, yang membantu nasabah mengakses aplikasi perencanaan finansial dan memantau polis asuransinya secara mudah dan cepat.

Mengenai Prudential plc dan Prudential Corporation Asia

Prudential plc adalah sebuah grup jasa keuangan internasional terkemuka yang menyediakan jasa keuangan dan pengelolaan dana di pasar-pasar pilihan: Inggris, Amerika, Asia dan Eropa kontinental.

Prudential telah menyediakan jasa asuransi jiwa di Inggris selama 160 tahun dan memiliki produk investasi jangka panjang terbesar di Inggris selama lebih dari satu abad. Saat ini, Prudential memiliki lebih dari 25 juta nasabah di seluruh dunia dan mengelola dana lebih dari £340 miliar (Rp4,796 triliun sampai dengan 31 Desember 2010 - angka terakhir yang dipublikasikan).

Di Asia, Prudential Corporation Asia (PCA) menyediakan produk-produk yang memenuhi kebutuhan akan tabungan, perlindungan dan investasi nasabah, serta merupakan grup perusahaan keuangan terdepan yang menyediakan produk-produk dan pelayanan yang sesuai kebutuhan nasabah yang telah berpengalaman lebih dari 86 tahun. Prudential memiliki asuransi jiwa yang beroperasi di 12 negara - China, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand dan Vietnam. Perusahaan memiliki sejarah geografis luas dengan operasional pengelolaan dana di 10 negara - China, Hong Kong, India, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, Taiwan, Vietnam dan Uni Emirat Arab.

Total Penjualan Prudential Corporation Asia berdasarkan Annualized Premium Equivalent (APE) di Asia (sampai 31 Maret 2011) mencapai £367 juta (Rp5,2 triliun). Prudential di Asia didukung oleh lebih dari 340,000 jaringan tenaga pemasaran dan karyawan yang melayani kebutuhan keuangan lebih dari 11 juta nasabah di wilayah ini.

Mengenai PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia)

Didirikan pada tahun 1995, Prudential Indonesia merupakan bagian dari Prudential plc, group jasa keuangan berbasis di London, Inggris, yang memiliki pengalaman lebih dari 160 tahun. Dengan menggabungkan pengalaman internasional Prudential di bidang asuransi jiwa dengan pengetahuan tata cara bisnis lokal, Prudential Indonesia memiliki komitmen untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Sejak meluncurkan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (unit link) pertamanya di tahun 1999, Prudential Indonesia merupakan pemimpin pasar untuk produk tersebut di Indonesia. Di samping itu, Prudential Indonesia juga menyediakan berbagai produk yang dirancang untuk memenuhi dan melengkapi setiap kebutuhan para nasabahnya di Indonesia.

Dari data terakhir per 31 Maret 2011, Prudential Indonesia memiliki 7 kantor pemasaran (Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung, Denpasar, Batam dan Semarang) dan 236 kantor keagenan (termasuk di Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Yogyakarta, Batam dan Bali). Prudential Indonesia memiliki lebih dari 96.000 jaringan tenaga pemasaran berlisensi yang melayani sekitar 1,2 juta nasabah.

Selengkapnya.....
 
Bekerjalah dengan HATI, bukan hanya demi GAJI ataupun KOMISI Kerja Seorang Agen Bukanlah Dimulai Ketika Mencari Nasabah, Akan Tetapi Dimulai Ketika Sudah Ada "Kontrak Kerja" Dgn Nasabah